Udah ah aku ga mau bikin cerpen lagi ttg kehidupannya liana, masalahnya gimana bikinnya coba? Huuu Bцц.(y)bųebye liana :'( walaupun cm karakter buatanku sendiri tapi kok aku ikut sedih ya? Hadahh lebay --"
Nah skrg lanjut ke topik :D makanya skrg aku mau buat cerpen di kehidupan karakter lainnya, semoga kalian yang baca(itu klo ada :p) suka ya :D
Mulai!
"Erika dan Erinda"
"Rin! Ayo bangun! Sahur dulu.. Nanti keburu subuh lo." Kata gadis muda berjilbab itu pada kembarannya yang sedang tertidur pulas. Ia mengguncang-guncang tubuh kembarannya itu sambil sesekali membisikkan kata-kata untuk membangunkan kembarannya itu di telinganya. "Hmm... Klo subuh ya udah subuh aja" balas kembarannya dengan mata masih terpejam. Akhirnya perempuan berjilbab itu keluar dari kamar kembarannya dan menuju ke meja makan, dimana orang tuanya makan sahur.
"Gimana Rik? Rinda mau bangun?" Tanya sang ayah. Perempuan berjilbab bernama erika itu menggeleng lemas. "Duuh, anak itu dari dulu selaluu begitu. Ga mau sahur, terus nanti puasanya ga kuat, eh mokel deh. Padahal udah sma lo.."Kata sang bunda. "Waktunya tinggal sedikit, biar papa yg coba bangunin rinda. Kalian makan duluan aja deh." Kata ayahnya yang lalu masuk ke kamar kembaran erika, erinda. Di sana ayahnya menggeleng melihat anaknya masih tidur memeluk guling dengan tank top dan celana pendek. Lalu dengan lembut ia menepuk pipi anaknya lalu sang anak duduk. "Kenapa sih pa? Rinda capeknih, kan kemaren pulang malem abis cari sepatu buat cheers.. Biarin rinda tidur sekarang ya, rinda janji ga bakal mokel deh.." Sang ayah membalas "ga mungkin deh kamu ga mokel nak.. Gapapa kan sahur cm sebentar ini.." Akhirnya erinda berjalan gontai ke meja makan lalu duduk dan makan dengan mata yang masih setengah terbuka.
~bersambung~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar