Fiuh, akhirnya minggu ini masuk minggu-minggu tenang(apamaksudnya). Tadi pagi baru rapotan, aku peringkat 9! hah lumayan lah. Semakin bertambahnya usia, sayya mau bikin cerpen dengan konflik lebih berat(?) dan sedikit, sediiiikiiiiiiittttttt ada cinta2annya OTL OTL orz. tapi tenang, ga akan fokus ke cinta2an itu. Selamat kembali bosan ya(?) soalnya aku mau bikin cerpen tentang tokoh kita yang lama, si Liana lagi. Tapi, sekarang dia udah SMA kelas 2. Oke, tanpa perlu berbasah-basah lagi(?), soalnya udah ga hujan(?). Oke, selamat menikmati hidangan(??)
"Liana (Sekuel)"
Aldo Yudhadhika has joined the chatroom.
Aldo Yudhadhika: Hai cewek-cewek :3
Liana Pramesthi : Hei, Al!
Chiqita Mayla : Halo :)
Putri Anne : Aloha~
Liana Pramesthi : Kamu jadi balik ke Indonesia kapan, Al?
Aldo Yudhadhika: Kira-kira 3 hari lagi
Putri Anne : What? 3 hari lagi? Ewewew
Chiqita Mayla : Kamu bakal sekolah dimana nanti, Al?
Aldo Yudhadhika: SMA Langit Cerah (?)
Chiqita Mayla : Eh?? Itu sekolah kita tau!
Aldo Yudhadhika: Yakin?
Chiqita Mayla : Banget!
Putri Anne : Wah bagus dong kita jadi bisa ketemu kamu, Al! Kita susah bayangin kamu cuma dari deskripsinya Liana aja
Chiqita Mayla : Iya Liana deskripsiinnya ga jelas! Hahahha
Liana Pramesthi : Yeee, orang udah jelas banget! Kalian aja yang ngelamun waktu aku jelasin. Wah, asik dong kita satu sekolah, aku jemput kamu ke bandara ya? Sekalian nagih oleh-oleh dari Jerman hehehe.
Putri Anne : Cuit cuiiiiiiittttttt = 3 =
Chiqita Mayla : Ne, kayaknya kita tinggal aja deh, biar berduaan! hahahah
Liana Pramesthi : Ih apaan sih? = ="
Putri Anne : ayuk, ayuk.... ;)
Aldo Yudhadhika: HUSH
"Li..! Ayo makan dulu!!"Teriak mama dari meja makan. Aku segera mematikan laptop yang dari tadi siang kunyalakan dan berjalan menuju meja makan. Kulihat ke jendela dan terbelalak melihat langit sudah gelap saja. "Loh udah malem?" Tanyaku spontan. "Hhhh... Ga nyadar waktu sih kalo chatting... Dari jam 12 sampe jam 7 loh ma!" Kata Kak Tasya sambil membawa nasi goreng yang baru dimasak ke meja makan. "Iya nih.. Oh iya, abis ini kita sama-sama fitting baju ya, kan pernikahannya Kak Rizal tinggal 9 hari lagi.." Balas mama sambil menyantap nasi goreng buatan Kak TAsya. Beliau lalu mengacungkan jempol ke arah Kak Tasya yang dibalas dengan senyuman Kak Tasya. "Sip.. Eh, papa sama Kak Rizal mana?" Tanyaku sambil celingak-celinguk mencari keberadaan dua makhluk yang sedari tadi nggak keliatan itu. "Papa sama Kak Rizal udah berangkat duluan.. Soalnya mereka mau cek gedung buat pernikahan Kak Rizal dulu katanya, sama mau nyamperin keluarganya Kak Rossa." Jawab kak Tasya.
4 tahun berlalu sejak aku mendapatkan dua sahabat baik yang sampai sekarang sekelas denganku, Chiqi dan Anne. Sekarang Kak Rizal sudah berusia 26 tahun dan 9 hari lagi akan menikah dengan rekan kerjanya di Majalah Cepripis, Kak Rossa, wanita cantik dan baik ahti yang juga sahabat baikku. Sementara Kak Tasya, sudah berusia 22 tahun, baru lulus kuliah dan mulai serius dengan pacarnya, Kak Fandi, yang merupakan teman kuliah Kak Tasya. Sementara aku? Aku sudah berusia 16 tahun sekarang, SMA kelas 2 dan bahkan belum punya pacar. Tapi aku tetap senang karena Chiqi dan Anne bersedia menunggu sampai aku punya pacar duluan, walaupun banyak anak yang pernah nembak mereka. Aku benar-benar sayang sama dua sahabatku itu. "Eh, mama, 3 hari lagi Aldo mau pulang ke Indonesia lo! Aku boleh ya ma jemput dia di airport?"
"Aldo? Oh temen SD kamu itu ya? Yang pindah ke Jerman? Boleh dong! Hh, dari dulu mama seneng sama anak itu, udah baik, pinter, sopan pula!" Balas mama dengan mata berbinar. "Ganteng juga, ma!" Timpal Kak Tasya. Aku masih fokus ke makananku. Minggu ini akan jadi minggu tersibuk bagiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar