Rabu, 22 Desember 2010

Cerpen! OAO AUOO(?) Part 4

          Ini part terakhir dari "Liana".. THE CLIMAX! (?)
          "Hey, Liana! Kamu sudah bikin poster kita kan?" Tanya Chiqi sambil menghempaskan rambut bergelombangnya itu. Aku mengangguk malas. Lalu Anne tiba-tiba mengambil poster itu dari tanganku dan memberikannya kepada Kak MArcell dan KAk Tristan. Aku mengikutinya dari belakang. "Wah, keren banget nih! Siapa yang bikin?" Kata Kak Marcell sambil melihat posterku. Sebelum aku sempat menjawab, Anne langsung nyamber(?), "Aku dong kak! Bareng Chiqi!" Lalu Anne dan Chiqi tersenyum sok ceria. Ah, biarin aja, pikirku. Biarin mereka beraksi sekarang. Aku harus sabar, ya, aku harus sabar. Aku hanya bisa mengelus dada.
          Besok MOS berakhir, dan acara hari ini bisa dibilang lumayan sukses. Sepulang MOS, aku langsung dijemput Kak Tasya dengan mobilnya. Ia menyuruhku bergegas supaya kita bisa menjalankan 'rencana' kita dengan lancar. Kami pergi ke kantor Majalah Cepripis, dan disana aku didandani. Kak Rizal datang setelah aku selesai dan mengacungkan 2 jempol.
                                                                        * * *
          Seperti yang sudah kami duga, pukul 12 siang Chiqi dan Anne tiba di Kantor Majalah Cepripis. Kami semua bersiap di posisi. Chiqi dan Anne masuk ruang pemotretan dan Kak Rizal berlagak sedang memotretku. "Kak, pemotretan hari ini temanya apa?" Kata Chiqi. Kak Rizal bergegas menghampiri mereka, and here the show begins. "Aduh, maaf ya, Chiqi dan Anne, kayaknya kakak ga bisa pake kalian lagi deh." Kata Kak Rizal sok sedih. Chiqi dan Anne keliatan kaget banget. "HAH? K.. kenapa kak?" Tanya Anne. IA dan Chiqi keliatan panik banget.
          "Gini, kemaren Kak Rizal dipanggil Pak Yoko, presiden direktur majalah Cepripis. Katanya, kakak disuruh ganti model, alasannya pembaca udah ga tertarik lagi sama kalian. Dan sekarang, kalian terpaksa kakak berhentiin jadi model halaman fashion majalah ini, dan udah kakak gantiin dengan model baru yang lebih standard." Aku hanya bisa tertawa kecil mendengar penjelasan palsu dari Kak Rizal itu. Chiqi dan Anne tampak sangat kesal. "mana sih model itu? Aku mau ketemu!" Kata Chiqi langsung main terobos saja ke tempat foto. Dan dia sangat terkejut saat melihatku sedang berpose di depan background berupa ruang makan kerajaan.
          "LI!" Teriaknya, begitu juga dengan Anne yang baru menyusul. "Kenapa?" Tanyaku dengan senyum penuh remeh. Haha, ini pembalasan! "K...kamu model yang ditunjuk Pak Yoko?" Tanya Anne. Aku mengangguk penuh semangat. "Iya bener, wah jadi ini pekerjaan yang bikin kalian ga bisa bantuin aku ngerjain poster ya waktu itu? Hmm kalo gitu mulai sekarang karena aku 'model', aku limpahin aja ya semua tugasku ke kalian! udah gitu,.. nanti tinggal ngaku kalo tugas itu aku yang bikin! Enak banget ya! Wah enak nih kalo jadi model terus, hahaha!" Tuturku dengan nada penuh kesombongan. Aku merasa puas sekali sekarang, rasanya seperti berton-ton beban lepas begitu saja dari punggungku. Aku makin puas saat melihat wajah mereka memucat. Mereka naik ke tempat foto dan meraih tanganku. "Li, Li, Liana cantik, jangan gitu dong! Kita minta maaf ya! Kita janji kita ga bakal ngelakuin itu lagi! Asal, kamu kembaliin pekerjaan ini ke kita ya!" Kata mereka bersaut-sautan.
          Aku melepaskan tanganku dari genggaman mereka. "Aduh, gimana ya? Sayangnya aku udah ada kontrak sama majalah ini tuh selama 6 bulan.. dan kayaknya aku bakal sibuk banget.."Kataku mengatakan info palsu. Kulihat di pojok Kak tasya cekikikan, sementara kulihat di dekat pintu masuk ruang pemotretan Kak RIzal mengacungkan jempol. "Aku minta maaf, Chiq, Ne.. Kayaknya kalian harus pergi sekarang. Soalnya kita mau mulai kerja."Kata Kak Rizal memperkeruh suasana bagi Chiqi dan Anne. Mereka mendadak menangis sesenggukan. Kak Tasya makin tertawa ngakak. Kak rizal menepukkan tangannya pelan yang berarti 'sudah cukup'. Aku lalu menghampiri mereka yang terduduk lemas di lantai sambil berkata, "hei, aku bakal ngasi job ini buat kalian lagi. Asal, kalian janji ya ga bakal ulangin perbuatan bejat kalian itu lagi, dan berteman sama aku terus selamanya secara tulus. Janji?" Kataku sambil tersenyum dan hendak menyalami tangan mereka. "Janji!" Kata Chiqi dan Anne lalu memelukku erat. "Udah gih, sana pemotretan!" Kataku sambil tertawa kecil. "Hmm gimana kalo abis pemotretan kita ke MelissaCity Mall baut nonton film bareng?" Ajak Chiqi. "wah, boleh tuh! Katanya disana bioskopnya murah tapi bagus, kan? Mau, mau! Aku yang traktir deh!" Balas Anne. Chiqi dan Anne lalu menatapku penuh harap. "Atur aja deh!" Kataku lalu tertawa.Dalam hati aku bangga kepada diriku sendiri karena sudah berhasil mengubah sikap seseorang. Kuharap, mulai sekarang kita bisa jadi sahabat baik :).
SALAM PERSAHABATAN BUAT SEMUA ORANG DI DUNIA!!! :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar