Rabu, 22 Desember 2010

Cerpen baru~ Part 2

Lanjutannya Liana Sekuel~
          Aku menatap bayanganku di cermin. Waw. Apa ini aku? "Wah, adekku udah gede, ya! Cantik, Li." Kak Rizal menghampiriku dengan setelan jas warna emas. Aku sedang fitting baju untuk pernikahan Kak Rizal. AKu memakai kebaya dengan atasan berbordir bung-bunga yang sangat elok berwarna emas, dan jarik berwarna coklat. Rambutku yang hitam tebal panjang sampai siku dan bergelombang kubiarkan terurai. Ya, aku sangat berbeda dengan baju ini. "Terima kasih." Balasku, lalu aku berbalik arah menatap Kak Rizal yang kelihatan keren dengan bajunya. "Hmm.. Ga kerasa ya kak, 9 hari lagi kakak udah berkeluarga. Dan kita ga bakal tinggal serumah lagi. Kakak udah dewasa sekarang, beda sama yang dulu. Jaga Kak Rossa baik-baik ya kak" Aku menepuk bahu kakakku itu, lalu ia memelukku. "Iya, adek kecil." Katanya sambil mencubit pipiku.
          Kak Tasya dan mama tak kalah cantiknya denganku. apalagi Kak Rossa. Ia terlihat seperti seorang putri raja dengan kebaya yang sangat serasi dengan setelan jas Kak Rizal! Papa juga terlihat gagah dengan setelan jasnya. Aku bahagia mempunyai keluarga seperti ini. Hubungan kami sangat erat, seerat pasangan sahabat. aku sayang kalian semua, keluargaku.
                                                                              * * *
          Uaaah... Aku terbangun karena cahaya matahari yang begitu silau pagi ini. Kulihat jam tanganku. HAH! Jam setengah 8! Aldo sampai di sini jam setengah 9, dan rumah jauh dari airport! Aku segera berlari ke kamar mandi, memakai baju seadanya dan melesat dengan mobil Kak Tasya ke airport. Hari ini aku akan bertemu sahabatku dari SD, Aldo Rahman Yudhadhika. Aku harus tepat waktu! Di perjalanan, hpku berbunyi, ada telepon dari Chiqi. Aku mengangkatnya. Ia berkata sebentar lagi ia dan Anne akan sampai ke airport. Ia juga menanyakan dimana aku, dan aku menjawab kalau aku baru masuk tol. Ia kaget dan marah-marah. Aku mempercepat laju mobilku, dan untungnya tak ada polisi atau banyak mobil disini. Aku juga tak punya SIM, karena baru 16 tahun hehe. Tapi Kak Rizal berbaik hati meminjamkan SIM dan mobilnya padaku, alasannya karena ia percaya padaku, dan ia juga berkata bahwa aku sangat mahir dalam mengendarai mobil.
          Tak lama aku sampai di airport. Secepat kilat aku turun dari mobil, menguncinya, dan melesat ke dalam gedung. Aku mencari dimana-mana tapi tak juga menemukan Aldo. Setelah 10 menit aku mencari, aku bertanya pada informasi. "Mbak, pesawat Guahiro(?) Airlines yang dari jerman sudah mendarat belum? Kok saya ga nemu temen saya ya?" Mbaknya menjawab dengan tawa kecil. "Mbak ini gimana sih? Ya ga ketemu lah mbak, ini kan tempat kedatanagn dalam negeri." Aku menepuk dahiku dan berterima kasih pada mbak informasi. Aku melesat menuju tempat "Kedatanagn Internasional", lalu aku melihat sebuah pemandangan. Di deretan kursi, aku melihat ada buku jatuh, Chiqi mencoba mengambilnya, dan tangannya yang sudah memagang buku dipegang juga oleh seorang laki-laki yang sepertinya juga hendak mengambil buku itu.
          Wajah lelaki itu tidak asing. Itu,...ALDO! MEndadak ada perasaan marah yang muncul, tapi langsung kutepis. Aku berlari ke arah mereka dan berkata dengan keras, "HEI!!! Maaf ya aku terlambat, tadi kesiangan!" Mereka melihatku dengan tatapan aneh. Aldo memicingkan mata lalu tersenyum ceria, "LIANA!!" Katanya lalu memelukku. "Kamu tinggi ya, sekarang! Tapi tetep.. Masih lebih tinggi aku! Hahahha" Katanya sambil nyengir. Aku menjitaknya pelan. "Kalian sudah saling kenal?" Tanyaku sambil melihat ke arah Aldo-Chiqi. Mereka mengangguk serempak. Tak lama Anne datang dari arah toilet. "Hei Li! Dari mana aja sih? Lama banget" Katanya. Aku menceritakan pagiku. Setelah itu, kami bersenang-senang seharian sebelum besok mulai sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar