Hmm seminggu UAS bikin aku sedikit gila kayaknya. Setiap kegilaan selalu mengandung khayalan, bukan? (soktau) Karena itu, setelah seminggu kegilaan saya di charge(?), sekarang sudah full! YEAY!!! Untuk menyalurkan khayalan maupun kegilaan saya ke arah yang positif(banyak omong lu), sekarang hadirlah saya dalam sampul terbaru(?), cerpen! Oke oke, tanpa berbasa-basi, karena kalo basi nanti ga ada yang mau makan = =" kita mulai saja yaa~ Eng ing eng!
"Liana"
Aku berjalan di siang yang terik ini dengan membawa tas di punggungku. Rambutku terikat dua dengan pita yang warnanya senada dengan rokku, biru. Aku memakai dasi yang kubuat dari pita dengan warna yang sama, biru. Di genggamanku ada sebuah karton besar berwarna putih, yang sesampainya di rumah nanti harus kuubah menjadi poster. Aku cemberut menahan amarahku yang menggebu-gebu.
Ugh, seenaknya saja mereka menyuruhku membuat tugas ini! Pikirku. Anne, Chiqi, AWAS KALIAN! Aku menghentakkan kakiku dengan sekuat tenaga ke tanah. Aku duduk di sebuah batu besar di pinggir jalan, menunggu angkot lewat. "AKU BENCI MOS!!!" Tanpa sadar aku berteriak, mengagetkan tukang becak yang sedang terbang di alam mimpi. Ia kaget, megap-megap, lalu tidur lagi. Segera aku menutup mulutku. Ya, hari ini hari MOS kedua di SMPku, SMP Puja Puji(?). Aku segrup dengan dua orang yang sama sekali tidak kukenal, namun mereka berdua saling mengenal satu sama lain, karena mereka datang dari SD yang sama.
Nama mereka kalau tidak salah yang pertama Putri Anne Mayaningsih, berambut pendek berwarna hitam, tebal dan bervolume. Kulitnya kuning langsat, matanya besar dan berwarna coklat gelap, bulu matanay lentik, dan tingginya kira-kira 145 cm. Dan kau tahu, ia wangi setiap waktu.
Yang satunya lagi bernama Chiqita Dwi Mayla. Rambutnya panjang sampai siku, coklat tua, dan bergelombang. Ia selalu memakai bandana berwarna-warni. Wajahnya seperti orang luar negeri! Bahkan sampai-sampai ada senior yang suka padanya, namanya Kak Marcell.
MEreka berdua sama-sama cantik, sayangnya mereka sombong, jahat, dan menyebalkan! Selama dua hari ini, mereka selalu melimpahkan semua tugas padaku, tidak mau berbagi tugas, bahkan mereka tak sudi berbicara padaku!
Kejadian paling menyebalkan adalah tadi, saat Kak Marcell dan Kak Tristan memberi tugas pada seluruh anak MOS. Mereka menyuruh kami untuk membuat poster tentang MOS. Secepatnya Anne berkata, "Emm.. Li, kamu bisa kan ngerjain tugas ini sendirian? Abisnya aku ada pemotretan di majalah Cepripis(?).." Aku sudah lelah dengan semua ini. Maka aku memukul meja dengan keras sambil membentak, "UH! Apa kalian ga bisa ikut bantu ngerjain? Dari kemaren, aku terus tau yang ngerjain! Enak aja kalian tinggal terima hasil! Aku ga mau tau, kalo kalian ga mau bantu, aku juga ga bakal bikin poster!" Chiqi kaget dan sepertinay tidak terima. "HEH!! Mau kamu apa? Kalo kamu ga mau ngerjain semua, ngapain kamu jadi kelompok kita?" Katanya dengan senyum penuh remeh, dibalas anggukan dari Anne. "Ya kalo aku ga kehabisan ornag buat kujadiin kelompok juga mana mau aku sama kalian?!" Balasku tak mau kalah. Mendengar keributan dari kami, Kak Marcell datang ke arah kami dan bertanya, "Ssst! Berisik banget, ada apa sih?"
hehe, lanjutannya tunggu nanti ya~ HArus kupikirin dulu haha bai bai~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar